Rasaku mulai lagi
Di satu sisi aku meneriakkan nama dia yang tersembunyi,
Disisi lain aku membungkam satu nama yang tlah mati.
Aku sadar tuhan telah meyakinkanku,
Namun ragaku yang tertumpah tak sanggup menerima itu,
Satu orang,satu nama dimasa lalu.
Mungkin aku terlalu bodoh tuk katakan yang tercepat,
Namun akupun tak tau apakah sanggup ragku menahan batin yang terluka.
Aku butuh keyakinan tuhan..
Keyakinan untuk hidup tanpa hatinya.
Aku sedikit rapi untuk membungkus kain yang kotor,
Bukan takut bertambah kotor,tapi takut terkena yang lain.
Aku yakin dihatinya masih ada satu jawaban,
Tapi dia terlalu hati-hati melanjutkan mimpinya
Satu untaian tarikan bibirnya begitu indah.
Bahkan aku tak sanggup melupakannya,
Tatapan matanya,
Sentuhan tarikan yang terbawa,
Canda yang tak terbaca,
Kediaman yang membuat aku masuk kedalam jantungnya,
Ketidak pedulian dan perasaan peka yang mampu membuatku tak yakin masuk kedalam hatiku sendiri..
Dia begitu indah tuhan..
Sangat indah.
Tapi entahlah,ternyata tuhan beri aku 3 pilihan dalam ras yang menyakitkan.
Sakit,rasa bersalah,kecewa dan marah.
Aku ingin buktikan tuhan,
Pembuktian bahwa aku hanya sekedar cinta.
Hati yang mekar tiba-tiba layu,
Harapan yang tersisa dibuatnya layu,
Dibuatnya seakan-akan tidak terjadi apa-apa,tak ada yang tersisa,
Dimana lagi kau simpan kata-kata itu ?
Dimana lagi kau sembunyikan mimpiku ?
Entahlah dan sudahlah..
Antara 2 dalam desahan,
Entah itu iya atau tidak.
Aku tak perduli atu bahkan tak mau perduli,
aku hanya aku,dan kau hanya kau sekarang,
takkan ada lagi ingin tahu dalam benakku yang mencari cinta.
Takkan ada lagi hati yang dibuatnya merana,
Yang ada hingga kini adalah rasa..
Rasa mati yang tak berdaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar